Teknik Budidaya Petai

Teknik Budidaya Petai : Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan tanaman satu ini, tanaman penghasil buah dengan aroma khas. Sebagaian besar masyarakat mengenal petai karena aroma kurang sedap dari buah tanaman ini. Petai atau Pete (Parkia Speciosa) merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polngan. Tanaman ini tersebar luas di daerah Indonesia bagian Barat. Habitat asli tanaman ini berasal dari daerah India Timur Laut, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan Negara kita Indonesia.

Cara Menanam Petai, Langkah Budidaya Petai

Teknik Budidaya Petai

Tananam petai dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 0-800 m dpl. Tanaman petai merupakan tanaman menahun dengan pohon mencapai tinggi 30 m, dan kurang bercabang. Pohon petai memiliki tajuk sangat terbuka, karena keterbukaan tajuknya tanaman ini sangat cocok dibudidayakan secara tumpang sari. Tanaman yang tumbuh dibawah pohon petai mampu tumbuh dengan baik tanpa megurangi produksinya, kecuali tanaman jagung. Jenis tanaman seperti kacang tanah , kedelai, dan empon-empon sangat baik ditanam di bawah pohon petai, tetapi tanaman singkong justru akan menurunkan prouktivitas petai.

Buah tanaman petai merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan , sebagai bumbu masakan, atau dimakan mentah sebagai lalapan. Biji petai dipercaya mampu menjadi obat herbal untuk berbagai penyakit seperti mengatasi Anemia, megurang Stres,  menyehatkan Mata, memperbaiki Mood, meningkatkan kosentrasi, mengurangi tekanan darah tinggi atau Stroke, dan melancarkan pencernaan. Karena memiliki manfaat berlimpah, maka banyak masyarakat menggemari buah tanaman ini. Oleh sebab itu pembudidayaan tanaman petai dalam pandangan aspek ekonomi bisa menguntungkan.

Berikut Merupakan Teknik Pembudidayaan Tanaman Petai :

  1. Pemilihan bibit, bibit tanaman unggul akan tumbuh dengan baik, tahan penyakit dan memiliki hasil produksi memuaskan. Pemilihan bibit dapat diperoleh dari biji atau dari sistem tempel/okulasi. 
  2. Penyiapan lahan, buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 cm dengan kedalaman 40 cm. Berikan pupuk kandang setebal 10 cm sebagai pupuk dasar, biarkan kering dan menguap agar tidak penas pada saat penanaman bibit.
  3. Penanaman, bibit berumur 6 bulan sudah siap untuk dipindahkan. Penanaman paling tepat pada saat musim hujan benar-banar sudah tiba. Pilih bibit dengan daun tua, jangan tanam bibit pada saat bibit bertunas muda. Buka keranjang atau polibag pembungkus tanah bibit, hati-hati jangan sampai tanah pecah. Tanam bibit dan timbun dengan tanah lalu padatkan. Penimbunan jangan sampai menutupi bekas okulasi karena bisa mengakibatkan jamur. Terakhir siram tanah agar pori-pori tanah rapat supaya tidak terjadi penguapan.
  4. Pemupukan, setelah tanaman berumur 4 bulan lakukan pemupukan dengan pupuk kandang. Caranya dengan menggali tanah disekitar tanaman lalu memasukan pupuk dan menimbun tanah.
  5. Panen, tanaman petai jika tumbuh dengan baik akan mampu berproduksi setelah berumur 3-4 tahun. Setelah berumur 25 tahun tanaman petai harus diremajakan.

Demikianlah informasi mengenai Teknik Budidaya Petai, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda dan selamat mencoba. Terakhir, tetap hijaukan Bumi kita.