Cara Budidaya Ubi Jalar

Cara Budidaya Ubi Jalar : Ubi jalar atau Ketela rambat merupakan jenis tanaman yang banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan umbinya. Umbi darai tanaman ini merupakan penghasil karbohidrat tinggi, oleh sebab itu bisa dijadikan salah satu makanan alternatif. Selain umbinya, daun tanaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk disayur. Beberapa jenis ubi jalar juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keindahan corak dan warna daunya. tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada lahan dengan ketinggian 500 – 1000 m dpl, dengan suhu optimal 250 – 270 derajat celcius, curah hujan 750 – 1500 mm/tahun dan pH tanah berkisar 5,5 – 7,5. Jenis tanah pasir berlempung, gembur, memiliki kandungan organik tinggi dan drainase baik sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman ini.

Budidaya Ubi Jalar, Menanam Ubi Jalar, Budiday Ketela Rambat.

Ubi Jalar (Ketela Rambat)

Berikut Merupakan Cara Budidaya Ubi Jalar (Ketela Rambat) :

  1. Persiapan Bibit, bibit diambil dengan sistem stek batang atau pucuk tanaman induk. Pemilihan bibit harus diambil dari indukan kerkualitas unggul. Indukan harus berumur dua bulan atau lebih, ruas buku-buku pada batang belum mengeluarkan akar dan memiliki panjang sekitar 20 – 25 cm. Simpan bibit pada tempat teduh selama satu minggu sebelum ditanam.
  2. Persiapan Lahan, untuk lahan tegalan harus terlebih dahulu dibersihkan dari gulma kemudian digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 30 cm. Lahan didiamkan selama satu minggu, selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 60 cm dan tinggi 30 – 40 cm dengan jarak antar bedengan 70 – 100 cm. Pembuatan bedengan bertujuan untuk mempermudah pendistribusian air. Untuk lahan persawahan caranya hampir sama, namun pembuatan bedengan dilakukan dengan menimbun jerami di bawah bedengan.
  3. Penanaman, untuk mendapatkan umbi besar bibit ditanam dengan kemiringan 60 -70 derajat dengan dua ruas tertanam pada tanah. Jarak tanam antar bibit ialah 20 – 25 cm dengan jumlah bibit satu setiap lubang. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sat pagi atau sore hari untuk menghindari layunya bibit akibat panas matahari.
  4. Permupukan, pemupukan pertama dilakukan pada saat tanam dengan dosis Urea 30 kg/ha, KCL 30 kg/ha dan SP-36 100kg/ha. Pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 45 hari dengan dosis Urea 70 kg/ha, KCL 70 kg/ha dan SP-36 100 kg/ha. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara membuat lubang disekitar tanaman.
  5. Perawatan Tanaman, penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur tiga minggu dan sebaiknya dilakukan pada saat pagi atau sore hari. Pemangkasan dilakukan jika tanaman terlalu rimbun, untuk menghindari kegemukan daun. Pengairan Dilakukan setiap 10 hari sekali sampai 2 minggu sebelum panen.
  6. Panen, ubi jalar dapat dipanen setelah berumur 3,5 – 4,5 bulan sesuai jenis bibit dan asupan mineral dari lahan.

Selain dikonsumsi secara langsung dengan cara dikukus atau digoreng, ubu jalar juga dapat diolah menjadi berbagai produk industri seperti tepung dan pati ubi jalar. Tepung dan pati ubi jalar dapat dignakan sebagai bahan dasar berbagai makanan seperti kue, mie dan es krim.

Demikianlah informasi mengenai Cara Budidaya Ubi Jalar, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 

    budidaya ubi jalar budidaya ketela rambat cara menanam ubi jalar cara menanam ketela rambat ketela rambat