Budidaya Tanaman Sirsak

Budidaya Tanaman Sirsak : Sirsak atau Annona Muricata L. merupakan tanaman asli dari daratan Karibia, Amerika Tengah dan Amerikan Selatan. Dalam bahasa Jawa tanaman ini disebut Nangka Sebrang atau Nangka Landa. Tanaman ini dibudidayakan untuk diambil buahnya, dan paling cocok ditanam di daerah berair. Pemberian nama Sirsak diberikan oleh pemerintah Kolonial Hindia – Belanda, diambil dari Bahasa Belanda Zuurzak dan mamiliki arti Kantung Asam. Pemberian nama ini memang sesuai dengan rasa buah sirsak dimana daging buahnya memiliki rasa manis dan sedikit asam. Rasa asam pada buah sirsak berasal dari asam organik non Volatil, yaitu asam Malat, asam Sitrat dan asam Isositrat dalam buah tersebut.

Menanam Sirsak, Budidaya Sirsak

Budidaya Tanaman Sirsak

Buah sisak bukanlah buah sejati, tetapi merupakan kumpulan buah-buah dengan biji tunggal dimana sekat antar buah hilang karena buah-buah tersebut saling berhimpitan. Daging buah sirsak berwarna Putih dengan biji berwarna Hitam dan memiliki ukuran mencapai 20-30 cm dengan berat 2,5 kg. Buah sirsak sering dimanfaatkan sebagai bahan minuman seperti jus dan es krim. Buah sirsak meiliki banyak kandungan gizi seperti Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C, Karbohidrat dan Fruktosa. Pada setiap 100 g daging buah mengandung Vitamin C 20 mg, Fosfor 27 mg, Kalsium 14 mg, Serat Pangan 3,3 g.

Karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh tidak mengherankan jika buah ini menjadi buruan masyarakat secara luas. Sebagai akibatnya permintaan pasar akan buah sirsak meningkat tajam. Permintaan pasar yang tinggi bisa menjadi sebuah peluang usaha menjanjikan jika djalankan dengan serius. Selain itu teknik budidaya dan perawatan tanaman ini tidak sulit.

Berikut Merupakan Cara Budidaya Tanaman Sirsak

  1. Penanaman bibit sirsak sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan benar-benar sudah tiba untuk mencegah tanaman kekurangan air dan berakibat pada kematian tanaman.
  2. Pemilihan Bibit unggul sangat menentukan hasil produksi dari buah sirsak baik dari segi Kualitas dan Kuantitas. Selain itu bibit unggul juga memiliki tingkat pertumbuhan cepat dan lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan bibit berkualitas rendah. Bibit bisa berasal dari pendederan biji sirsak atau pencangkokan dari induk dengan kualitas unggul. Untuk bibit dari biji harus dilakukan penyemaian terlebih dahulu sampai bibit siap untuk ditanam.
  3. Persiapan lahan dilakukan dengan cara membuat lubang tanam berukuran 50 x 50 cm dengan kedalaman 40 cm, jarak antar lubang tanaman ialah 3 x 4 meter. Berikan pupuk kandang setebal 10 cm pada dasar lubang sebagai pupuk dasar. Biarkan lubang selama 1-2 minggu untuk menghilangkan panas dari pupuk kandang.
  4. Penanaman dilakukan pada saat bibit sudah berumur 5-6 bulan dan tidak dalam masa bertunas muda. Buka keranjang tanah, hati-hati jangan sampai tanah pecah. Tanam bibit tegak lurus dan timbun dengan tanah galian lubang. Pada saat melakukan penimbunan sebaiknya dilakukan dengan cara menimbun dengan tanah galian atas terlebih dahulu baru tanah galian bawah. Setelah bibit tertimbun padatkan tanah disekitar bibit supaya tidak terjadi penguapan.
  5. Pemupukan diberikan dengan dosis 400 g/batang pada saat tanaman berumur 2 bulan. Pemberian pupuk kandang dilakukan pada saat tanaman berumur 6 bulan dan dilakukan setiap 6 bulan sekai.
  6. Panen bisa dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun, dengan catatan tanaman meiliki tingkat pertumbuhan normal dengan kandungan mineral tanah yang mencukupi.

Demikian informasi mengenai cara budidaya tanaman sirsak, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda dan selamat mencoba.

    budidaya sirsak budidaya tanaman sirsak cara menanam sirsak cara budidaya sirsak menanam sirsak